Sabtu, 23 Mei 2015

FRIEDRICH NIETZSCHE ^^



                                           Nietzche lahir di Röcken, 15 Oktober 1844. Ketika Nietzche berusia empat tahun, tiba-tiba ayahnya sakit keras dan meninggal pada tahun 1849. Sejak itu seluruh keluarga pindah ke Naumburg, kota asal nenek moyang Nietzsche. Menjelang umur 6 tahun, Nietzche masuk sekolah Gymnasium. Di sekolahnya, Nietzche termasuk orang yang amat pandai bergaul. Dengan cepat dia dapat menjalin persahabatan dengan teman-teman sekolahnya. Melalui teman – temannya inilah ia mulai diperkenalkan dengan karya-karya Goethe dan Wagnet. Dari perkenalannya yang pertama dengan sastra dan musik, dia merasa bahwa dia cukup mempunyai bakat dalam bidang itu. Nietzsche merasa “jatuh cinta” terhadap musikus Richard Wagner. Pengalaman ini terjadi ketika ia menyaksikan pementasan Tristan dan Meistringer. Ketika bertemu secara pribadi dengan Wagner, membuai Nietzsche yakin bahwa ternyata kebebasan dan karya yang jenius itu masih mungkin dicapai. Ia juga tahu bahwa wagner seorang pengaggum Schopenhauer. Sejak itu Nietzsche menggabungkan dua tokoh itu, Wagner dan Schopenhauer, menjadi agama barunya.Nietsche pernah menjadi seorang dosen di Universitas Basel, Swiss. Dia mengajar selama 10 tahun dan berhenti karena kesehatannya memburuk. Nietzsche menjadi dosen mata kuliah filologi dan bahasa Yunani. Selama menjadi dosen, Nietszche sering jatuh sakit. Sejarah kesehatannya perlu diketahui, karena banyak orang menganggap bahwa karangan- karangannya tidak lebih dari ungkapan atas pengalamannya menghadapi sakit. Anggapan ini tidak dapat di tolak, karena ketika sakit, ia sangat produktif. Dia menghasilkan banyak karangan yang digolongkan sebagai karangan terbaiknya. Buku Die Geburt de Tragödie aus dem Geiste der Musik (The Birth of Tragedy Out of the Spirit of Music; Lahirnya Tragedi dari Semangat Musik) pada tahun 1872. Pada tahun berikutnya terbit buku tentang tragedi Yunani Unzeitgemässe Betrachtungen (Untimely Meditations; Permenungan yang Terlalu Awal). Buku ini terbagia atas 4 bagian . bagian pertama berjudul David Strauss, der Bekenner und der Schriftsteller (David Strauss, Pengaku Iman dan Penulis), terbit tahun 1873. Dua bagian berikutnya terbit tahun 1874, masing-masing berjudul Vom Nutzen und Nachteil der Historie für das Leben (Kegunaan dan Kerugian Sejarah bagi Hidup) dan Schopenhauer als Erzieher (Schopenhauer sebagai Pendidik). Dan bagian keempat baru terbit dua tahun berikutnya, 19876, dengan judul Richard Wagner in Bayreuth (Richard Wagner di Bayreuth). Pada tahun yang sama diberi kesempatan untuk beristirahat selama setahun dari Universitasnya. Kesempatan ini digunakan untuk tinggal di Italia bersama kedua temannya. Disana mereka masing-masing merencanakan untuk menulis buku. Nietzsche merencanakan menulis buku Menschliches, Allzumenschiches (Human, All- Too-Human; Manusiawi, Terlalu Manusiawi). Pada tahun 1879, Nietzsche menderita sakit yang amat berat selama 118 hari. Dan memaksa Nietzsche mau tidak mau untuk mundur sebagai dosen. Sampai dengan tahun 1889 saat menderita sakit jiwa, Nietzsche tidak dapat menghentikan kegiatannya untuk selalu menulis dan merenung. Pada tahun 1882, ia menertbitkan sebuah buku yang paling indah dan paling penting, yaitu Die Fröhlice Wissenschaft (“la gaya scienza”: Ilmu yang Mengasyikkan). Dalam buku inilah Nietzsche memproklamasikan bahwa “ Tuhan sudah mati”. Kehendak Untuk Berkuasa dan Pengetahuan. Diawali dengan kritik Nietzsche terhadap Kant, karena Kant merupakan filsuf pertama yang secara sistematis mencoba melakukan kritik terhadap pengetahuan. kant berupaya untuk meninggalkan penggunaan akal secara dogmatis tanpa kritis. Nietzsche memuji kejelian Kant untuk melakukan kritik terhadap penggunaan rasio, namun disatu sisi Nietzsche melihat keterbatasan bahkan kebuntuan jalan yang diperlihatkan oleh Kant. Kritik Nietzsche terhadap Kant secara singkat dapat dirumuskan:
Sekalipun Kant sudah melakukan kritik rasio, teori pengetahuan Kant masih didominasi dan dikendalikan oleh pandangan teologis, dogmatis, dan prespektif yang bersifat moral.
Kritik Nietzsche pada Kant terdapat dalam 2 hal:
1. Penilaian Nietzsche tentang pengetahuan sebagai keputusan (judgement).
2. Penilaiannya tentang apa yang disebut Kant benda pada dirinya sendiri.
Nietzsche menegaskan bahwa keputusan harus bersifat sintesis, dalam artian keputusan tersebut menghubungkan beberapa gagasan. Keputusan tersebut juga harus bersifat Apriori, artinya harus bersifat Universal. Kritik Nietzsche yang lebih penting berkaitan dengan kepercayaan Kant tentang adanya fakta pengetahuan. bagi Nietzsche hal tersebut merupakan dosa asal, yang merupakan keyakinannya pada adanya fakta pengetahuan. Nietzsche menunjukkan batu pertema yang menyangga pengetahuan adalah kepercayaan. Pengetahuan yang diajukan Kant menurut Nietzsche merupakan bentuk paling murni dari kepercayaan.
Sehubungan dengan benda pada dirinya sendiri (das ding an sich) Nietzsche mengatakan bahwa dengan mata yang sudah kaburpun orang dapat melihat bahwa pembedaan dunia fenomenal dari das ding an sich tidak dapat sudah tidak dapat dipertanggungjawabkan lagi. Nietzsche berpendapat bahwa pengakuan Kant akan das ding an sich menjadi dunia yang kita hadapi menjadi kurang bernilai, pandangan Kant ini justru akan membuat orang akan semakin menjauh dari das ding an sich, yaitu suatu model Tuhan yang belum berhasil ditanggalkan oleh Kant. Bagi Nietzsche pengakuan akan adanya das ding an sich sama sesatnya dengan pengakuan adanya makna-pada-dirinya atau postulat adanya tuhan yang dikemukakan oleh Spinoza, yang dilanjutkan pada kritiknya terhadap fakta pada dirinya sendiri. Karena baginya fakta terhadap diri sendiri itu tidak ada. Esensi juga tidak ada, apa yang disebut fakta atau sensi adalah hasil dari pemberian makna atau kualitas dari sudut pandang tertentu. 


Pemikiran